Bismillah. Alhamdulillah dan selawat pada rasul junjungan. Dan jari jemari mula menguraikan kata2. Dan kata2 ini terutamanya untuk diri dan semua.
PLEASE, STOP. TOLONGLAH BERHENTI.
Alangkah indahnya hidup yang tiada perasaan benci pada diri sendiri atau manusia.
TOLONGLAH BERHENTI MEMBENCI DIRI SENDIRI DAN MANUSIA. FORGIVE AND FORGET. LET IT GO. KEEP MOVING FORWARD.
Alangkah indahnya hidup yang tiada perasaan dengki antara satu sama lain.
TOLONGLAH BERHENTI MENDENGKI! WE ALL HAVE OUR OWN GOOD QUALITY AND BAD ONES! JUST STOP!
Alangkah indahnya hidup tanpa perasaan mementingkan diri sendiri.
Teringat ana dengan hadith nabi tentang seorang hamba Allah yang meminta permintaan untuk berzina. Dan nabi menjawab dengan menyatakan bahwa hamba itu MEMENTINGKAN DIRINYA SENDIRI.
Kenapa tidaknya? Kalaulah Hamba Allah itu boleh berzina sesuka hati tetapi tidak membenarkan kakak atau ibunya untuk dizina oleh orang lain ke tidaknya itu salah. (Please correct me if i'm wrong, i'd appreciate it)
Orang yang melakukan kerosakan pada diri sendiri ataupun orang lain. Ke taknya mereka mementingkan diri?
TOLONGLAH BERHENTI. Takde maknanya!
Ya Allah. Hanya padaMu kami berserah, padaMu kami meminta pertolongan, padaMu kami menyembah, dan padaMu kami kembali...
Dan akhirnya, Alangkah baiknya hidup tanpa perasaan marah.
Kan?
Ramdhan telah meninggalkan kita. InsyaAllah, Ramadhan akan datang kembali. Namun, adakah kita akan berada di sini untuk menyambut kedatangannya? Dulu, ana tidak faham, kenapa orang sangat merindui Ramadhan ni? Apa yang best sangat? Kemudian kita sedar...
You don't realize what you have until its gone.
No comments:
Post a Comment